Seberapa penting project management system dalam dunia pekerjaan umum?

Pembangunan infrastruktur yang mengacu pada kepentingan publik menjadi salah satu prioritas dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), baik pada periode pertama maupun kedua ini. Pembangunan jalan tol misalnya, berdasarkan pernyataan Jokowi yang  dikutip dari jawapos.com, akhir tahun 2019 dibangun sepanjang 1.500 km. Percepatan pembangunan jalan tol ini rencananya  akan terus dilanjutkan hingga 4.000-5.000 km pada 2024.

 

Pembangunan infrastruktur tentu saja tidak terus-menerus mengenai pembangunan jalan. Karena pengelolaan sumber daya air, penyelenggaraan sistem penyediaan air minum, perumahan, pengelolaan air limbah domestik, drainase lingkungan, persampahan, penataan bangunan gedung, pengembangan kawasan permukiman, pengembangan sarana prasarana strategis, pelaksanaan pembiayaan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan, serta pembinaan jasa konstruksi, menjadi agenda pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

Pemerintah sendiri tahun 2020 ini mengalokasikan anggaran sebanyak 120,2 Triliun untuk PUPR. Anggaran tersebut dibelanjakan untuk konstruksi 837 (km) jalan baru, 6,9 km jembatan baru, dan 49 bendungan baru. Demikian yang dituturkan Menteri Keuangan Srimulyani Indrawati, yang dikutip dari cnnindonesia.com.

 

Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono, dalam situs pu.go.id menjelaskan bila anggaran tersebut akan dialokasikan pada pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp 43,97 triliun, konektivitas sebesar Rp 42,95 triliun, permukiman sebesar Rp 22 triliun, perumahan sebesar Rp 8,48 triliun, pengembangan sumber daya manusia Rp 525,2 miliar, pembinaan konstruksi Rp 725 miliar, pembiayaan infrastruktur Rp 263,8 miliar dan dukungan manajemen, pengawasan serta pengembangan inovasi sebesar Rp 1,08 triliun.

 

Informasi Secara ‘Real Time’ dalam Digital Platform

 

Dalam pembangunan infrastruktur salah satunya pembangunan jalan tol, terdapat beragam aspek yang berperan hingga proyek tersebut berhasil terlaksana dan semua aspek tersebut harus terkoordinasi dengan baik. Mulai dari perencanaan jadwal, anggaran, pengawasan, eksekusi hingga evaluasi. Dan tentunya hal itu melibatkan banyak pihak, dimana keberadaan proyek-proyek tersebut tersebar dibeberapa wilayah yang berbeda. Lantas, bagaimana kemajuan proyek dapat dikoordinasikan dengan baik dan tepat waktu, sehingga seluruh proyek berjalan dengan selaras?

 

Dalam era digital ini, pada dasarnya semua data mengenai pengerjaan sebuah proyek dapat dengan mudah diakses oleh semua pihak yang berkaitan. Tentunya akan sangat membantu sekali apabila sepanjang proses, baik dari perencanaan hingga pengelolaan dan operasinya didukung dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yaitu menggunakan sistem project management / project management system (PMS). PMS saat ini telah banyak digunakan diberbagai perusahaan-perusahaan besar dunia ataupun pemerintah dunia dalam proses pengelolaan proyeknya.

 

“Project management tools tidak hanya memberikan fasilitas dalam pengelolaan sebuah proyek, namun beberapa proyek sekaligus bahkan yang berbeda tipe, pada waktu yang bersamaan dalam 1 platform,” tutur Ayu Septiani, konsultan sistem proyek manajemen dari PT Ikonsultan Inovatama (IKON) pada seminar bertajuk Digital Transformation 4.0 for Public Works’ Projects, hasil kerja sama IKON dan Oracle.

 

Bahkan, dengan transformasi digital yang dilakukan, memungkinkan setiap pihak untuk menerima informasi secara real time.

 

Ada banyak project management system tools yang dapat ditemukan, salah satunya adalah Oracle Primavera Cloud Solution. Tools ini dapat mengakomodasi beberapa hal berikut:

  1. Memudahkan untuk membuat keputusan berdasarkan visibilitas yang ada
  2. Menentukan project yang menjadi prioritas
  3. Perencanaan sumber daya
  4. Memantau seberapa efisiensi sumber daya dalam menghandle sebuah pekerjaan
  5. Menganalisa keterlambatan dan kemajuan proyek
  6. Mengevaluasi proposal
  7. dll

 

“Kalau berbicara mengenai tools, memang tak terlepas dari biaya yang akan dikeluarkan. Namun, hal ini bisa menjadi sebuah investasi yang baik,” Ayu menambahkan.

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai manajemen proyek dari Oracle, silakan hubungi kami di info@ikonsultan.com. (*)

 

Foto: Freepik.com

Sumber:

  1. https://www.jawapos.com/infrastruktur/07/11/2019/jokowi-targetkan-2024-indonesia-miliki-5-000-kilometer-jalan-tol/
  2. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190816190220-532-422104/rapbn-2020-anggaran-kementerian-pupr-dan-kemenhan-terbesar
  3. https://www.pu.go.id/berita/view/17457/kementerian-pupr-mendapat-alokasi-anggaran-rp-120-21-triliun-pada-tahun-2020